pada masa penjajahan jepang kata seorang anak tentara

pada masa penjajahan jepang adalah masa yang sangat sengsara dan sulit. ketika itu para penduduk sangat sulit untuk makan seperti : jika ingin membeli beras harus ditukarkan dengan kain yang masih  baru dan harus mengantri. jika ingin sekolah juga pasti akan di tangkap oleh penjajah dan akan dibawa ke markas penjajah. ketika itu juga penduduk yang berpenampilan rapih akan ditangkap dan diperbudak oleh para penjajah, rumah pun juga, kalau rapih penjajah akan betah dirumah itu.kalau penjajah betah di rumah itu, aktivitas dirumah itu pasti akan diketahui. seperti memasak, belajar didalam rumah. memasak harus tengah malam suaya tidak diketahui ole penjajah ketika itu pun hanya bisa memasak yang sedikit mengeluarkan aroma supaya penjajah tidak curiga. kenapa melakukannya malam-malam ? karena ketika malam hari mata sang penjajah dihalangi oleh kegelapan malam.jika belajar juga tidakboleh mengeluarkan suara yang keras agar tidak diketahui oleh penjajah jika penduduk ada yang belajar. kalau ingin keluar rumah para penduduk harus berpenampilan compang camping contohnuya baju bagus ditambal oleh bermacam-macam kain, muka dicemongi dengan menggunakan warna hitam dari pantat panci, penggorengan dll.untuk belanja juga tidak boleh banyak-banyak, kalau banyak pasti belanjaannya akan diambil oleh penjajah,jika memiliki harta dan binatang ternak pasti diambil. para penduduk pun kompak untuk saling memberi tahu jika penjajah lewat. kalau penjajah lewat mereka memberi kode " siap" dengan suara yang keras. pada saat diberi kode penduduk sedang di luar rumah para penduduk langsung mengumpat di tempat yang menurutnya aman, sepeti di belakang pohon yang besar, di kolong meja, di balik batu.jika ketahuan oleh penjajah orang tersebut yang ketahuan langsung diseret seperti orang yang bersalah padahal tidak. pada saat sudah merdeka para penduduk senang, apalagi  yang memiliki sawah, mereka mendapat uang dari pemerintah
selesai

jika ada kesalahan kata mohon maaf

narasumber : anak seorang tentara 

0 komentar:

Posting Komentar